Zakat Fitrah Pembersih Jiwa, Teladan Tsa’labah Pengingat Bahaya

Kamis, 25 Februari 2026. Memasuki hari ke-3 Pondok Ramadan di sekolah kami. Kegiatan pagi dibuka dengan pelaksanaan Salat Dhuha berjamaah yang dilaksanakan di aula sekolah. Bertindak sebagai imam adalah Bapak Wahid Abdur Rahman, S.Pd., Gr. Lantunan doa yang dipanjatkan bersama menciptakan suasana tenang dan khidmat, mengawali hari dengan penuh keberkahan sebelum memasuki sesi materi. Kali ini fokus utama pada kewajiban Zakat Fitrah. Ibu Lailatul Qodariah, S.Pd menjelaskan bahwa zakat bukan sekadar ritual tahunan, melainkan kewajiban untuk menyucikan harta dan jiwa. Puncak perhatian siswa tertuju pada layar saat pemutaran video Kisah Tsa’labah bin Hathib. Melalui visualisasi ini, siswa diajak melihat betapa berbahayanya sifat kikir. Tsa’labah yang awalnya hidup sangat sederhana dan taat, berubah menjadi sosok yang enggan membayar zakat setelah diberikan kekayaan berlimpah. Kegiatan hari ketiga ditutup dengan Tadarus Al-Qur'an bersama. Para siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk melantunkan ayat-ayat suci secara bergantian. Suara tadarus yang menggema menjadi penutup yang sempurna bagi rangkaian kegiatan hari ini.